Jumat, 08 Februari 2019

Waspadai Masa Pubertas Datang Lebih Awal atau Bahkan Terlambat

Waspadai Masa Pubertas Datang Lebih Awal atau Bahkan Terlambat

Sering kali anak pria usia 13 tahun yang belum merasakan perubahan suara atau anak wanita belum merasakan perkembangan payudara pada umur 12 tahun, dirasakan mengalami keterlambatan masa pubertas. Namun, tidak saja itu. Kenali firasat lainnya, guna mengantisipasi pubertas datang terlambat atau bahkan lebih awal.

Masa pubertas ialah masa saat tubuh anak-anak berkembang menjadi dewasa, baik secara jasmani maupun psikologis. Pada beberapa anak, masa pubertas yang datang lebih cepat atau lebih lambat dari umur seharusnya, bisa menjadi pertanda situasi yang serius.




Masa Pubertas pada Anak

Pada anak perempuan, masa pubertas dimulai dengan berkembangnya payudara, tumbuh rambut kemaluan, serta dimulainya siklus menstruasi. Umumnya evolusi ini dibuka saat anak berusia 8-13 tahun. Bentuk tubuh secara keseluruhan pun akan berubah dengan ukuran pinggul yang melebar.

Sementara pada anak lelaki, masa pubertas dibuka dengan penis yang membesar, evolusi suara yang menjadi lebih berat, kontur otot tubuh bakal lebih jelas, dada lebih bidang, dengan pundak yang melebar. Kondisi ini lazimnya mulai terjadi pada umur 9-14 tahun.

Perubahan format tubuh pada masa pubertas, diakibatkan oleh penambahan produksi hormon estrogen pada perempuan dan hormon testosteron pada pria.
Penyebab Masa Pubertas Datang Lebih Awal atau Terlambat

Masa pubertas yang datang lebih mula biasanya lebih tidak jarang terjadi pada anak perempuan. Umumnya diakibatkan oleh sejumlah hal berikut:

  •     Gangguan pada kelenjar tiroid ataupun ovarium.
  •     Kondisi genetik.
  •     Gangguan pada otak dampak tumor, infeksi, efek samping radioterapi, maupun efek pascaoperasi.
  •     Penyebab beda yang tidak diketahui secara pasti.

Sementara itu, masa pubertas yang datang terlambat pada anak wanita dapat ditandai dengan payudara belum tumbuh sampai usia 13 tahun, atau belum menstruasi sampai usia 15 tahun. Pada anak lelaki, testis belum berkembang menjadi lebih besar sampai usia 14 tahun.

Pada beberapa anak, penyebab masa pubertas terlambat belum diketahui secara pasti. Ada sejumlah faktor yang barangkali menjadi penyebabnya, antara lain:

  •     Malnutrisi, yang bisa terjadi pada anak dengan gangguan makan, laksana anoreksia nervosa.
  •     Kelainan genetik dan gangguan pada kromosom, laksana pada sindrom Turner, sindrom Kallman, dan sindrom Klinefelter.
  •     Penyakit kronis, laksana diabetes, sakit ginjal atau cystic fibrosis.
  •     Gangguan pada kelenjar tiroid, testis, ovarium, ataupun kelenjar hipofisis (pituitari).
  •     Gangguan pertumbuhan seksual, laksana sindrom insensitivitas androgen.
  •     Keterlambatan tumbuh kembang yang mempunyai sifat turunan, yakni adanya pola keterlambatan pubertas dalam keluarga.
  •     Kurang komposisi lemak pada tubuh anak wanita yang terlalu tidak sedikit beraktivitas jasmani atau terlampau giat berolahraga.
  •     Konsumsi obat-obatan tertentu, laksana cyclophosphamide (salah satu jenis obat kemoterapi) atau terapi kortikosteroid jangka panjang.

Jika kita menemukan situasi ini, tahapan kesatu guna menanganinya ialah dengan memeriksakan diri ke dokter. Masa pubertas yang datang lebih mula maupun datang terlambat perlu ditanggulangi sesuai penyebabnya. Bila diperlukan, dokter dapat menyerahkan obat-obatan untuk menata kadar hormon dalam tubuh.                       


EmoticonEmoticon